MEDAN — Sebanyak 23 siswa SMP Edu Global Medan mengikuti Community Involvement Program (CIP) sebagai bagian dari Capstone Project selama lima hari, 14–18 September 2026. Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang berfokus pada bidang pendidikan, CIP tahun ini memperluas cakupan kegiatan dengan melibatkan siswa dalam bidang pendidikan sekaligus sosial.
Kegiatan tersebut berlangsung di empat lokasi di Medan. Dua diantaranya merupakan lembaga pendidikan, yakni TKIT Usman bin Ali dan SDIT Al Irma Sovrina. Sementara dua lokasi lainnya merupakan lembaga sosial, yaitu SOS Children’s Village Medan dan Sanggar Kreativitas Anak PKPA.
Program ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam aktivitas di luar lingkungan sekolah. Mereka tidak hanya belajar melalui pengamatan, tetapi juga mengambil peran dalam mendampingi anak-anak, membantu kegiatan pembelajaran, hingga merancang aktivitas sosial.
Di lembaga pendidikan, para siswa menjalankan tugas sebagai asisten guru. Mereka mendampingi siswa saat snack time dan makan, membantu kegiatan membaca dan menulis, serta mengikuti berbagai permainan edukatif bersama siswa. Pengalaman tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Mereka mengaku memperoleh pengalaman baru selama berada di lingkungan sekolah yang menjadi lokasi CIP. Dukungan dari para guru di lokasi juga membantu siswa menjalankan tugas ketika menghadapi hal-hal yang belum mereka pahami.
Sementara itu, pengalaman berbeda dirasakan siswa yang ditempatkan di lembaga sosial. Selama lima hari, mereka menyiapkan kegiatan yang berbeda setiap harinya untuk anak-anak di lokasi tersebut. Kegiatan yang dilakukan antara lain penyampaian materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), membuat sandwich, serta berbagai permainan. Seluruh aktivitas dirancang agar siswa dapat berinteraksi dan terlibat langsung bersama anak-anak di lembaga sosial.
Antusiasme siswa bahkan terlihat dari persiapan yang mereka lakukan sebelum berangkat ke lokasi. Mereka menyiapkan berbagai perlengkapan kegiatan dan mempersiapkan aktivitas yang akan dilakukan bersama anak-anak.
Berbeda dari pelaksanaan CIP pada tahun-tahun sebelumnya, program tahun ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar melalui kegiatan dan kunjungan langsung, tetapi juga dilengkapi dengan proses pengumpulan data sebagai bagian dari Capstone Project. Selama kegiatan berlangsung, para siswa secara aktif melakukan pengambilan data, wawancara, dan observasi di lapangan. Data dan informasi yang mereka peroleh kemudian akan dianalisis dan diolah sebagai dasar dalam penyusunan Capstone Project.
Melalui proses ini, siswa tidak hanya belajar dari pengalaman secara langsung, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan research, critical thinking, data analysis, communication, dan problem solving. Mereka ditantang untuk menghubungkan temuan di lapangan dengan topik yang mereka teliti, kemudian menyusunnya menjadi sebuah karya yang sistematis dan bermakna.
Pelaksanaan CIP x Capstone Project tahun ini juga mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Keaktifan siswa selama menjalankan program menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Baik di lembaga pendidikan maupun sosial, para siswa dinilai menunjukkan keterlibatan yang positif selama mengikuti kegiatan.
Guru pendamping turut berperan dalam memastikan kegiatan berjalan dengan baik. Di lembaga pendidikan, siswa didampingi Miss Namira, Miss Hadijah, Mr Ryo, dan Mr Johari. Sedangkan untuk kegiatan di lembaga sosial, pendampingan dilakukan oleh Miss Dita, Mr Ivan, dan Miss Ulfa.
Menariknya, keterlibatan dalam CIP tahun ini tidak berhenti pada siswa dan guru. Orang tua juga turut mengambil bagian, khususnya dalam kegiatan sosial. Pada akhir pelaksanaan program, sejumlah orang tua memberikan donasi bagi anak-anak di lembaga sosial yang menjadi lokasi CIP.
“Saya tahun ini senang karena ada ke lembaga sosial. Jadi tahun ini bukan hanya siswa yang berpartisipasi, tetapi orang tua juga. Di akhir kegiatan, orang tua banyak yang berpartisipasi dengan memberikan donasi untuk anak-anak yang ada di lembaga sosial. Saya senang sekali,” ujar sir M. Johari S.Pd.I, Gr. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.
CIP 2026 menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang diterapkan SMP Edu Global. Melalui program ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, bertanggung jawab, sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Please write your comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)