
MEDAN – Perkembangan teknologi digital dan penggunaan media sosial di kalangan generasi muda membawa berbagai manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan, salah satunya perundungan siber atau cyberbullying. Untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya tersebut, SMP Edu Global Medan bersama Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pencegahan cyberbullying.
Kegiatan ini menghadirkan AKP Jaya Syaputra, S.H., M.H., dan Brigadir Billi Siregar, S.H., dari Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara. Keduanya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk perundungan siber, dampaknya terhadap korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapinya.
Dalam pemaparannya, AKP Jaya Syaputra, menjelaskan bahwa cyberbullying dapat terjadi melalui berbagai platform digital, mulai dari media sosial, aplikasi pesan, grup percakapan, hingga game online. Perilaku tersebut dapat berupa penghinaan, intimidasi, penyebaran informasi pribadi tanpa izin, maupun tindakan lain yang bertujuan mempermalukan dan merugikan orang lain.
Ia juga menjelaskan bahwa dampak cyberbullying tidak hanya dirasakan di dunia maya, tetapi dapat memengaruhi kondisi psikologis, hubungan sosial, rasa percaya diri, hingga konsentrasi dan prestasi akademik seseorang. Oleh karena itu, siswa perlu memahami pentingnya menjaga etika berkomunikasi dan menghormati orang lain saat beraktivitas di ruang digital.
“Kami mengapresiasi antusiasme siswa SMP Edu Global Medan dalam mengikuti edukasi ini. Kami berharap komunikasi dan kerja sama dengan pihak sekolah dapat terus terjalin agar edukasi mengenai bahaya cyberbullying dapat kembali dilaksanakan. Kami juga mengingatkan para siswa agar bijak menggunakan media sosial, menjaga privasi, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengintimidasi atau merugikan orang lain,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diingatkan untuk berhati-hati ketika membagikan informasi pribadi di internet. Setiap unggahan, komentar, maupun pesan yang disampaikan melalui media sosial perlu dipertimbangkan dengan baik agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.
Siswa juga diajak untuk tidak menjadi pelaku maupun pihak yang ikut menyebarkan tindakan cyberbullying. Ketika menyaksikan perundungan digital, siswa diharapkan tidak ikut menyebarkan konten yang merugikan korban, melainkan memberikan dukungan dan melaporkan kejadian kepada orang dewasa tepercaya atau pihak berwenang.
Pesan yang disampaikan dalam kegiatan ini menekankan bahwa media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif, seperti belajar, berkarya, berbagi informasi bermanfaat, dan mengembangkan prestasi, bukan untuk mengintimidasi, merendahkan, atau menyakiti orang lain.
Dari pihak sekolah, M. Johari, S.Pd., Gr., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Edu Global Medan, menyampaikan bahwa para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusiasme. Menurutnya, siswa mendengarkan materi dengan saksama dan serius karena memahami bahwa edukasi tersebut bermanfaat bagi kehidupan mereka, khususnya dalam menggunakan media sosial secara bijak.
“Para siswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh perhatian dan antusiasme. Mereka menyimak materi dengan serius serta aktif mengajukan pertanyaan, termasuk mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi atau menyaksikan tindakan bullying. Kami menilai kegiatan ini sangat baik karena memperkuat edukasi yang telah diberikan sekolah, sekaligus memberikan pemahaman tambahan kepada siswa melalui penyampaian langsung dari pihak kepolisian,” ujarnya.
M. Johari menilai bahwa kegiatan ini memberikan penguatan terhadap edukasi mengenai cyberbullying yang sebelumnya juga telah disampaikan oleh pihak sekolah. Kehadiran narasumber dari kepolisian memberikan perspektif tambahan kepada siswa karena materi disampaikan langsung oleh pihak yang memiliki keterkaitan dengan penanganan kejahatan siber.
Melalui kegiatan edukasi bersama Polda Sumatera Utara, SMP Edu Global Medan terus mendorong terbentuknya kesadaran siswa mengenai pentingnya literasi digital dan etika berkomunikasi. Upaya ini sejalan dengan komitmen sekolah dalam mengembangkan karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab, menghargai sesama, serta mampu menggunakan teknologi secara bijak.
Siswa tidak hanya diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga keamanan diri dan menghormati orang lain di dunia maya. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, sehat, dan positif.
Melalui edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, SMP Edu Global Medan berharap dapat terus menumbuhkan budaya digital yang sehat, aman, dan saling menghargai.
Gunakan teknologi untuk menginspirasi, bukan mengintimidasi. Bijak bermedia sosial, jaga privasi, dan jadilah generasi yang berprestasi.

